

Halo 👋, selamat datang di Nakamura Study Japan! Ada yang bisa saya bantu hari ini?
Close X

9 Juni 2025
Kalau bicara soal Jepang, transportasinya pasti jadi salah satu hal yang paling mengesankan. Mulai dari kereta cepat yang legendaris, sampai bus lokal yang nyaman dan bersih—semuanya bikin perjalanan jadi terasa mudah dan menyenangkan.
Buat kamu yang baru pertama kali akan tinggal atau belajar di Jepang, penting banget untuk tahu bagaimana sistem transportasi di sana bekerja. Jangan khawatir, semuanya rapi, efisien, dan bisa diandalkan. Yuk kita bahas bareng-bareng 😄
Kereta: Tulang Punggung Transportasi di Jepang
Kereta di Jepang bukan cuma alat transportasi, tapi bagian dari kehidupan sehari-hari. Hampir semua kota besar dan kecil terhubung lewat jaringan kereta yang sangat luas. Ada banyak jenis kereta, seperti:
JR (Japan Railways): mencakup banyak wilayah di seluruh Jepang
Kereta lokal dan subway: biasanya digunakan untuk bepergian dalam kota
Shinkansen: kereta super cepat yang bisa melaju sampai 320 km/jam!
Yang paling bikin kagum, semuanya tepat waktu hampir setiap saat. Bahkan keterlambatan beberapa detik pun dianggap serius 😲
Harga Tiket: Bisa Murah Kalau Tahu Caranya
Sekilas, harga transportasi di Jepang memang terlihat mahal, apalagi untuk shinkansen. Tapi tenang, ada banyak cara untuk menghemat:
IC Card (Suica, Pasmo, dll.): kartu prabayar yang memudahkan pembayaran dan biasanya dapat potongan harga kecil
Japan Rail Pass: sangat cocok untuk turis atau pelajar yang ingin bepergian ke banyak kota
Kartu diskon pelajar: banyak sekolah dan universitas menawarkan diskon khusus untuk rute tertentu
Dengan perencanaan yang baik, transportasi di Jepang bisa jadi hemat dan efisien 👍
Tokyo dan Osaka adalah dua kota paling terkenal di Jepang, dan keduanya sering menjadi tujuan utama bagi pelajar internasional. Tapi, meskipun sama-sama kota besar, gaya hidup di Tokyo dan Osaka punya perbedaan yang cukup mencolok.
Banyak yang mengira kerja di bidang IT di Jepang harus jago coding, punya gelar, dan pengalaman bertahun-tahun. Padahal, banyak posisi entry-level yang bisa diakses meski belum “mahir” secara teknis.
Sistem term di sekolah bahasa Jepang membagi tahun ajaran menjadi beberapa periode belajar (term) yang biasanya berlangsung 3-4 bulan. Setiap term fokus pada materi tertentu dan diakhiri dengan evaluasi atau ujian. Sistem ini membantu siswa belajar secara terstruktur, memantau kemajuan, dan memudahkan penyesuaian kurikulum sesuai kebutuhan.
Baik kamu pergi ke Jepang untuk study trip, kuliah, atau liburan, tiga kota yang wajib kamu kunjungi adalah Tokyo, Osaka, dan Kyoto. Masing-masing kota memiliki pesona unik—dari kota modern yang penuh cahaya hingga kuil kuno yang tenang.
Bagi siapa pun yang ingin belajar, bekerja, atau tinggal di Jepang, kemampuan berbahasa Jepang adalah syarat utama. Salah satu cara paling diakui untuk mengukur kemampuan ini adalah melalui JLPT (Japanese Language Proficiency Test).Tapi, apa sebenarnya perbedaan antara level N5 sampai N1? Dan level mana yang paling tepat untuk kamu kejar sesuai tujuanmu?