

Halo 👋, selamat datang di Nakamura Study Japan! Ada yang bisa saya bantu hari ini?
Close X

11 Juni 2025
Mahasiswa internasional di Jepang boleh banget kerja part-time! Tapi, wajib punya izin resmi dari Imigrasi Jepang bernama Shikakugai Katsudō Kyoka. Dengan izin ini, kamu bisa kerja, Maksimal 28 jam/minggu saat kuliah, Maksimal 40 jam/minggu saat liburan panjang.
Mahasiswa internasional yang kuliah di Jepang diizinkan untuk bekerja paruh waktu (part-time), asalkan memiliki izin resmi dari Imigrasi Jepang yang disebut Shikakugai Katsudō Kyoka (Permission to Engage in Activity Other Than That Permitted by the Status of Residence). Dengan izin ini, mahasiswa dapat bekerja:
Maksimal 28 jam per minggu saat masa kuliah
Maksimal 40 jam per minggu saat liburan panjang
Bekerja sambil kuliah bisa membantu menutup biaya hidup dan sekaligus menjadi ajang latihan bahasa serta adaptasi dengan budaya kerja di Jepang.
Gaji Part-Time di Jepang
Gaji part-time biasanya dihitung per jam (jikyū), dan besarnya tergantung lokasi kerja:
Tokyo dan kota besar lainnya: sekitar ¥1.100 – ¥1.300 per jam
Kota kecil atau daerah rural: sekitar ¥900 – ¥1.100 per jam
Sebagai contoh, jika kamu bekerja 28 jam per minggu dengan gaji ¥1.100 per jam, maka pendapatan per bulan bisa mencapai sekitar ¥123.000. Jumlah ini cukup untuk mencukupi kebutuhan dasar, terutama jika dikombinasikan dengan gaya hidup hemat.
Jenis Pekerjaan Legal dan Cocok untuk Mahasiswa
Berikut beberapa jenis pekerjaan part-time yang umum dan legal untuk mahasiswa asing di Jepang:
Restoran dan Kafe – Tugas sebagai pelayan, dapur, atau cuci piring. Sangat baik untuk melatih kemampuan bahasa Jepang secara langsung dengan pelanggan.
Konbini (Convenience Store) – Menjadi kasir atau mengatur stok barang. Banyak tersedia di berbagai tempat.
Pekerja Pabrik Ringan – Menyortir atau mengemas barang. Cocok untuk pemula yang belum lancar bahasa Jepang.
Cleaning Staff – Membersihkan hotel atau kantor. Pekerjaannya cukup fisik tapi stabil dari segi jadwal dan pendapatan.
Event Staff atau Promotor – Membantu di acara atau konser. Biasanya fleksibel dan menarik bagi anak muda.
Guru Bahasa atau Asisten Les – Mengajar bahasa Indonesia atau Inggris. Biasanya memiliki gaji yang lebih tinggi dari rata-rata.
Gudang dan Kurir – Menyortir atau mengantar paket, terutama saat musim ramai seperti akhir tahun.
Syarat Umum untuk Bisa Bekerja Part-Time
Untuk bisa diterima kerja secara legal, mahasiswa asing harus memenuhi persyaratan berikut:
Minimal usia 18 tahun dan memiliki visa pelajar aktif
Sudah memiliki izin kerja dari imigrasi Jepang (Shikakugai Katsudō Kyoka)
Memiliki kemampuan bahasa Jepang dasar
Memiliki Zairyū Card (kartu izin tinggal) dan rekening bank Jepang
Memiliki etika kerja yang baik, termasuk disiplin dan tepat waktu
Tips agar Sukses Kerja Part-Time
Pilih pekerjaan yang tidak mengganggu jadwal belajar. Pendidikan tetap harus menjadi prioritas utama.
Gunakan kesempatan ini untuk melatih bahasa Jepang dalam situasi nyata.
Dapatkan informasi pekerjaan dari sekolah, komunitas mahasiswa, atau lembaga seperti Nakamura Study Japanyang menyediakan pendampingan dan informasi kerja legal.
Hindari pekerjaan ilegal seperti di bar malam atau industri hiburan dewasa, karena bisa berisiko tinggi termasuk deportasi.
Kerja part-time di Jepang bukan hanya soal mencari uang tambahan, tetapi juga kesempatan untuk mendapatkan pengalaman kerja, memahami budaya Jepang, serta belajar menjadi pribadi yang mandiri. Banyak mahasiswa asing yang berhasil mencukupi biaya hidup sendiri sambil tetap fokus kuliah dan belajar bahasa.
Tertarik untuk kuliah sambil kerja di Jepang? Konsultasikan rencana kamu secara gratis dengan tim Nakamura Study Japan dan mulai perjalananmu menuju Jepang dengan persiapan yang tepat.
Banyak orang bermimpi bisa bekerja dan tinggal di Jepang, tapi tidak semua tahu jalur yang realistis untuk mencapainya. Raka adalah contoh nyata — dari nol kemampuan bahasa Jepang, hingga akhirnya menjadi IT Consultant di Jepang dengan visa profesional (Engineer/Specialist). Perjalanannya bukanlah instan, tapi sangat mungkin untuk ditiru.
Banyak siswa dan orang tua merasa bingung saat mulai mencari informasi tentang studi ke Jepang. Pertanyaannya pun beragam—mulai dari sekolah mana yang bagus, bagaimana proses visa, sampai apakah harus bisa bahasa Jepang dulu?
Jika kamu ingin kuliah, bekerja, atau bahkan menetap di Jepang dalam jangka panjang, sekolah bahasa bisa menjadi gerbang utama yang membuka jalan ke sana. Banyak pelajar internasional — termasuk dari Indonesia — memulai perjalanan mereka dari sekolah bahasa Jepang, bukan langsung ke universitas atau dunia kerja.
Baik kamu pergi ke Jepang untuk study trip, kuliah, atau liburan, tiga kota yang wajib kamu kunjungi adalah Tokyo, Osaka, dan Kyoto. Masing-masing kota memiliki pesona unik—dari kota modern yang penuh cahaya hingga kuil kuno yang tenang.
Siswa Muslim internasional umumnya dapat beradaptasi dengan baik di Jepang berkat komunitas Muslim yang semakin berkembang dan fasilitas penunjang seperti masjid serta makanan halal. Dengan sikap terbuka dan dukungan yang tepat, pengalaman belajar di Jepang bisa sangat nyaman dan menyenangkan.