Work in Japan
Study Trip
Accommodation


Halo đź‘‹, selamat datang di Nakamura Study Japan! Ada yang bisa saya bantu hari ini?
Close X

Bingung memilih antara JLPT dan JFT? Artikel ini menjelaskan perbedaan utama antara dua tes kemampuan bahasa Jepang ini—mulai dari tujuan, struktur soal, hingga kapan dan siapa yang sebaiknya mengambilnya. Cocok banget buat kamu yang sedang merencanakan studi atau kerja di Jepang
Kalau kamu sedang mempersiapkan diri untuk belajar atau bekerja di Jepang, kamu mungkin sudah pernah dengar tentang dua tes kemampuan bahasa Jepang: JLPT (Japanese Language Proficiency Test) dan JFT-Basic (Japan Foundation Test for Basic Japanese). Keduanya sama-sama mengukur kemampuan bahasa Jepang, tapi sebenarnya punya tujuan, format, dan tingkat kesulitan yang berbeda.
1. Tujuan dan Penggunaan
JLPT (Japanese Language Proficiency Test)
Tes ini lebih dikenal secara internasional dan sering dijadikan syarat untuk kuliah, beasiswa, atau melamar pekerjaan yang memerlukan kemampuan bahasa Jepang formal. Banyak perusahaan Jepang dan institusi pendidikan meminta sertifikat JLPT, terutama level N2 atau N1, sebagai bukti kompetensi.
JFT-Basic (Japan Foundation Test for Basic Japanese)
Tes ini lebih ditujukan untuk mereka yang ingin bekerja di Jepang melalui skema Tokutei Ginou (Specified Skilled Worker). JFT lebih fokus pada kemampuan bahasa Jepang dasar yang dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari dan situasi kerja umum di Jepang.
👉 Jadi, kalau kamu ingin kuliah atau kerja di bidang profesional di Jepang, JLPT lebih cocok. Tapi kalau tujuanmu adalah bekerja dengan visa Tokutei Ginou, JFT adalah pilihan yang tepat.
2. Struktur dan Level Tes
JLPT punya 5 level:
N5 (paling dasar) sampai N1 (paling tinggi)
Materinya mencakup kosakata, tata bahasa, membaca, dan mendengarkan.
Tidak ada tes berbicara atau menulis tangan.
JFT-Basic hanya memiliki satu level saat ini, setara dengan level A2 (CEFR).
Tesnya meliputi: percakapan sehari-hari, membaca teks pendek, dan memahami situasi sosial.
Format soal berbasis komputer (CBT), dengan kombinasi teks, gambar, dan suara.
🎧 Menariknya, JFT lebih interaktif karena banyak soal berbasis audio dan visual, cocok untuk kamu yang belajar secara praktis.
3. Jadwal dan Frekuensi Ujian
JLPT hanya diselenggarakan dua kali setahun, yaitu bulan Juli dan Desember.
Tes ini dilakukan serentak di banyak negara, termasuk Indonesia.
JFT-Basic bisa diambil beberapa kali dalam setahun, tergantung pusat ujian di masing-masing kota.
Ini memberikan fleksibilitas lebih bagi kamu yang ingin cepat mendapatkan sertifikat.
🗓️ Jadi kalau kamu sedang mengejar waktu untuk proses visa kerja, JFT biasanya lebih cepat dan fleksibel dari segi jadwal.
4. Sertifikat dan Masa Berlaku
JLPT tidak memiliki masa berlaku. Sertifikat berlaku seumur hidup.
JFT-Basic saat ini berlaku selama 2 tahun, khususnya untuk keperluan aplikasi Tokutei Ginou.
📝 Jadi, jika kamu ingin sertifikat jangka panjang yang bisa digunakan untuk banyak keperluan, JLPT bisa jadi pilihan lebih ideal.
Setiap tes punya kelebihan masing-masing, jadi penting untuk tahu dulu kamu mau ke Jepang dengan tujuan apa. Kalau kamu masih bingung, kamu bisa diskusi dengan lembaga pendidikan atau agen resmi yang membantu proses keberangkatanmu ke Jepang.
Ingat, ujian ini bukan sekadar soal lulus atau tidak, tapi juga tentang kesiapan kamu menjalani hidup di Jepang, baik dari sisi bahasa maupun budaya
Tidak ada blog terkait
Blog ini tidak memiliki tag